Kamis, 10 September 2009

Seputar Pemeliharaan Pong-pongan

Memelihara hewan di rumah seperti anjing, kucing, atau ikan barangkali sudah banyak dilakukan orang. Tetapi kalau yang dijadikan hewan peliharaan adalah kelomang, hobi ini tampaknya jarang ditekuni. Apalagi kalau perawatannya dilakukan dengan serius dan memerhatikan kebutuhan dasar satwa yang senang gonta-ganti "baju" ini.
Kelomang darat atau kumang (Sunda) sebenarnya bukan satwa asing bagi kita. Anda mungkin masih ingat, ketika duduk di bangku sekolah dasar atau TK, banyak kelomang darat dijual di depan sekolahan. Anak-anak sering memainkan hewan ini untuk beradu cepat jalan. Agar kelomang mau keluar dari cangkangnya, anak-anak harus meniup-niup lubang cangkang dari hewan berkaki sepuluh itu.

Para pedagang keliling sering menjual kelomang sebagai satwa untuk mainan anak-anak. Tak heran, setelah dipakai bermain, beberapa hari kemudian kelomang-kelomang itu mati mengenaskan. Pasalnya, banyak anak-anak atau orang dewasa tidak tahu cara memelihara kelomang. Entah berapa banyak kelomang yang mati sia-sia karena digunakan sebagai mainan.

Di Jepang dan Amerika, kelomang darat sudah lama menjadi hewan peliharaan di rumah- rumah. Di negara maju itu, orang tidak sembarangan memelihara kelomang darat. Mereka yang ingin memelihara kelomang harus mengerti cara merawat dan mengetahui kebutuhan dasar satwa tersebut. Karena banyak dipelihara di rumah-rumah, negara seperti Amerika Serikat sudah membudidayakan kelomang darat agar binatang ini tidak punah.
Kecintaan terhadap kelomangdarat memunculkan komunitas para pencinta kelomang di Jakarta. Berawal dari omong-omong antarteman, akhirnya mereka membentuk komunitas di dunia maya melalui mailing list (milis) happy_crabbie@yahoogroups.com. Belakangan anggota milis ini bukan hanya dari Jakarta, tetapi juga dari Semarang, Bandung, dan kota lainnya.
Selain menjalin komunikasi, anggota komunitas ini juga saling bertukar pengetahuan tentang cara memelihara kelomang. "Saya tadinya bingung setiap memelihara kelomang pasti mati. Setelah ngobrol sama teman-teman, saya tahu bagaimana cara memelihara kelomang," Sonny Wibawa (35), wiraswastawan yang aktif di Happy Crabbie.

Kepiting pertapa Selain warna-warnanya yang indah, kelomang darat memiliki karakteristik yang unik. Pada siang hari, satwa ini lebih senang menyendiri di dalam cangkang ya. Kebiasaan itu membuat hewan ini sering disebut kepiting pertapa (hermit crab). Bila malam tiba dan keadaan menjadi gelap, hewan dari kerabat kepiting dan udang ini terlihat sangat aktif mencari makan atau menggali-gali pasir. Karena kelomang adalah hewan laut yang hidup di habitat pantai, sebelum memelihara kelomang sebaiknya kita menyiapkan terarium terlebih dulu. Terarium ini semacam akuarium tetapi berisi pasir laut dan beberapa karang. Kebutuhan dasar inilah yang sangat diperlukan kelomang karena hewan ini sangat suka memanjat dan menimbun dirinya di dalam pasir.

Selain terarium, kita juga harus menyiapkan dua macam air, yaitu air tawar dan air laut. Kalau tidak ada air laut, kita bisa mencampurkan garam tanpa yodium dalam air tawar. "Kelomang itu mudah dehidrasi. Selain untuk minum, air yang disediakan itu juga digunakan untuk membasahi bagian perut kelomang," tutur Felix J Wang, penggagas komunitas Happy Crabbie. Memberi makan kelomang bukan hal yang sulit. Pasalnya, hewan ini termasuk pemakan segala (omnivora). Satwa yang beraktivitas pada malam hari ini bisa diberi makan sayuran, buah, daging segar, hingga makanan instan yang dikhususkan bagi kelomang

Kuncinya, jangan memberi makan kelomang terlalu banyak karena sisa makanan akan mengotori dan membuat bau terarium. Sisa makanan ini bisa mengundang serangga seperti semut, lalat buah, dan kecoak yang bisa membunuh kelomang. Gigitan semut bisa membuat kelomang terluka pada perutnya yang lunak. Sedangkan lalat buah bisa bertelur di dalam cangkang kelomang hingga larvanya mengganggu kelomang. "Biasanya saya memberi makan kelomang jam 22.00. Besok paginya, sisa makanan itu selalu saya buang," kata Ferry Kusnadi (29). Demi menjaga kebersihan terariumnya, Ferry juga tidak segan-segan memunguti kotoran kelomang yang ada di pasir. Ferry memiliki tiga kelomang jenis stroberi berukuran sedang dan besar

Sediakan cangkang Memelihara kelomang lebih membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Pasalnya, selain keindahan cangkang dan keeksotisan warnanya, kelomang darat tidak banyak bergerak seperti hewan peliharaan lainnya. Pada siang hari, kelomang lebih suka masuk ke cangkang atau mengubur diri di dalam pasir. Hal ini dilakukan untuk menjaga kelembaban tubuhnya. Kebanyakan para penggemar kelomang menyukai satwa ini karena senang berganti "baju" atau cangkang. Untuk itu, sebaiknya disediakan beberapa cangkang kosong di dalam terarium agar kelomang leluasa memilih cangkangnya. Kelomang rela berkelahi untuk memperebutkan cangkang yang diinginkannya.
Seumur hidupnya, kelomang selalu mencari "pakaian" yang sesuai ukuran tubuhnya. Bahkan ada kalanya, kelomang sama sekali tidak mau berganti "pakaian" meskipun cangkang yang digunakannya sudah kekecilan.
Kelomang sebenarnya tidak memiliki cangkang sendiri. Untuk menutupi perutnya (abdomen) yang lunak dan mudah terluka, kelomang bisa memakai cangkang dari hewan lain, mulai dari cangkang bekicot yang rapuh hingga cangkang murex (sejenis siput laut) yang eksotis dengan duri-durinya
Kalau tidak ada cangkang bekas hewan lain, kelomang juga bisa memakai benda-benda yang ada di sekitar habitatnya, seperti tempurung kelapa maupun sampah yang ditinggalkan manusia di pantai. "Di pantai, saya sering menemukan kelomang memakai cangkang dari gelas atau tutup botol bekas sirup," kata Felix yang menyukai kelomang sejak duduk di bangku SMA.

3 komentar:

  1. saya suka atas penjabaran ini karna sya salah satu pedagang kelomang hiyas ,yang sering mangkal di sekolah/dan di pasarpasar....!jadi saya mulai mengerti tentang pemelihara,an kelomang...makasi fool ..

    BalasHapus
  2. seneng banget memelihara kelomang / pong pongan, tapi digangguin anak anak terus, rencananya mau dibesarkan , eh malah pada mati karena sering buat bermain, hue lhadalah

    BalasHapus